3 Jenis Pinjaman Online Yang Ada di Indonesia

  • 6 min read
  • Okt 07, 2020
Jenis Pinjaman Online di Indonesia

Jenis Pinjaman Online | Financial technology (fintech) yang menyedikan pinjaman online atau pinjol sedang jadi tema hangat di Indonesia, terutamanya dalam beberapa waktu terakhir. Aksi pinjaman online (atau disebutkan peer-to-peer lending) di Indonesia ini memetik pro serta kontra. Dari mulai opini jika pinjaman online atau fintech lending berperan jadi pendukung ekonomi Indonesia s/d panggilan fintech untuk rentenir online.

Mana yang betul? Untuk menjawabnya mendingan kita ulas dahulu lebih terperinci mengenai peer-to-peer lending Indonesia atau pinjaman online Indonesia supaya bisa memperoleh pemikiran yang lebih jelas.

Sekilas Mengenai Apa Itu Pinjaman Online di Indonesia

Sebelum masuk ke jenis pinjaman online yang berada di Indonesia, penting dipahami dahulu jika semua pinjaman online atau peer-to-peer lending di Indonesia diharuskan untuk memperoleh sinyal daftar dari OJK.

Ini sesuai ketentuan OJK nomor 77 tahun 2016, di mana semua pelaksana usaha pinjam meminjam berbasiskan tehnologi informasi harus melalui proses pendaftaran lebih dulu. Kemudian baru sebuah pelaksana bisa lakukan pekerjaan usaha pinjam meminjam di Indonesia.

Bagaimana jika tidak lewat pendaftaran namun lakukan pekerjaan pinjam pinjam? Platform atau pelaksana pinjaman online itu akan dimasukkan dalam barisan jenis pinjaman online ilegal serta harus diolah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Apa resikonya jika masuk kategori atau jenis pinjaman online ilegal? Dari mulai penutupan di application store sampai bermasalah langsung dengan Bareskrim.

Terus bagaimana triknya jika ingin tahu pinjaman online di Indonesia yang legal? Mudah, buka saja situs OJK serta awasi publikasi teratur OJK mengenai perusahaan pinjaman online terdaftar (fintech lending terdaftar) terkini.

Jenis Jenis Penyelenggara Pinjaman Online (Fintech Lending / P2P lending)

Menurut jenisnya, fintech lending atau peer-to-peer lending atau pinjaman online di Indonesia terdiri atas 3 golongan besar:

1. Pinjaman Multiguna

Jenis pinjaman online di Indonesia yang pertama ada Pinjaman Multiguna. Pinjaman online jenis pinjaman multiguna ialah jenis fintech lending yang terbanyak diketemukan saat buka application store di smartphone.

Contoh platform pelaksana pinjaman multiguna online: CashWagon, TunaiKita, DompetKilat, Perdana serta Dana Rupiah.

Pertanyaan Yang Sering di Tanyakan Seputar Pinjaman Multiguna

  • Apa sih pinjaman multiguna online?

Jenis pinjaman online ini tanpa ada jaminan yang disebutkan pay day loan atau kontan loan. Memiliki bentuk seperti KTA keluaran perbankan biasanya, tetapi dengan proses yang jauh lebih cepat.

Umumnya jenis pinjaman multiguna online ini dapat dicairkan dalam beberapa saat atau jam.

Pinjaman multiguna online ini dapat dipakai untuk beberapa hal, contohnya untuk pembelian beberapa barang elektronik, mebel atau keperluan konsumsi yang lain.

  • Berapa bunga pinjaman multiguna online?

Awalnya tidak ada peraturan tentang bunga ini, tetapi saat ini OJK sudah arahkan supaya batasan bunga maksimal dari platform fintech lending sejenis pinjaman multiguna online ini ada pada tingkat 0.8% /hari.

Semua fintech lending multiguna yang menyalahi akan dikenakan sangsi oleh OJK. Itu ialah bunga paling maksimal serta umumnya untuk periode pinjaman yang pendek (periode 1 bulan atau kurang).

  • Berapa plafon pinjaman multiguna online?

Jumlah pinjaman dari fintech lending multiguna ini beragam, tetapi biasanya sekitar di antara Rp 500 ribu s/d Rp 5 juta.

Plafon ini dapat semakin bertambah dengan syarat-syarat khusus, contohnya meningkatkan pemenuhan data atau sesudah lakukan seringkali pinjaman dengan pengembalian tepat waktu.

  • Apa kita dapat mengalirkan pinjaman melalui platform pinjaman multiguna online?

Belum bisa. Biasanya jenis pinjaman multiguna online di Indonesia sudah mempunyai satu atau beberapa “super lender” yang sudah mempersiapkan dana untuk dialirkan.

Buat platform yang dimiliki pemegang saham asing, biasanya mereka mempunyai badan usaha yang lain berperan untuk “super lender”. Bisa pula “super lender” ini berupa perusahaan yang jalankan fungsi “channeling” dari instansi keuangan yang lain.

Super lender ini yang memungkinkan platform pinjaman multiguna online dapat mengalirkan pinjaman dengan waktu kesepakatan yang paling singkat.

Jadi pada platform pinjaman multiguna ini warga hanya dapat ajukan pinjaman serta tidak dapat lakukan penyertaan dana untuk dialirkan berbentuk pinjaman pada pihak yang memerlukan.

  • Bagaimana mitigasi risiko serta penagihan pada pinjaman multiguna online?

Nah ini yang menjadi permasalahan saat ini. Biasanya platform fintech lending jenis pinjaman multiguna ini telah lengkapi diri dengan beberapa jenis alat analisis hebat.

Analisis ini dapat lewat media sosial calon peminjam, pemakaian telephone, IP address, data pembelanjaan di pasar place atau cara analisis yang lain yang sangat mungkin platform keluarkan simpulan tentang kemampuan bayar serta ciri-ciri calon peminjam.

Untuk backup, platform biasanya minta izin (yang berbentuk kewajiban) untuk dapat terhubung nomor contact, galeri photo serta data-data pribadi yang lain dari smartphone calon peminjam.

Tetapi karena hal terakhir ini pada akhirnya justru jadi sumber permasalahan dalam penagihan, maka semenjak pertengahan Februari 2018 lantas OJK keluarkan ketetapan tegas di mana semua platform fintech lending multiguna dilarang terhubung nomor kontrak serta galeri calon peminjam.

Bila masih diketemukan platform pinjaman online multiguna tercatat yang meminta akses ke beberapa hal itu maka OJK akan ambil tindakan tegas, di mana sangsinya dapat berbentuk pencabutan status terdaftar dari OJK.

2. Pinjaman Produktif

Jenis pinjaman online di Indonesia yang kedua ada Pinjaman Produktif. Lumayan banyak platform pinjaman online yang bergerak di bidang produktif dengan pasar yang lain dengan pinjaman online multiguna. Pinjaman produktif online ini mengarah pada peningkatan industri UMKM di Indonesia.

Contoh pelaksana jenis pinjaman online produktif ini diantaranya: Investree, Modalku, Aktivaku, Akseleran serta Amartha.

Pertanyaan Yang Sering di Tanyakan Seputar Pinjaman Multiguna

  • Apa itu pinjaman produktif online?

Sesuai dengan nama kelompoknya, fintech lending produktif ini mempunyai tujuan untuk memberi permodalan buat kegiatan usaha, terutamanya buat golongan UMKM di Indonesia.

Bentuk permodalan yang diberi cukup bermacam, dari mulai pengadaan keperluan petani untuk mencapai panen yang maksimal, keperluan modal usaha mikro, diskonto tagihan sampai dengan pembiayaan project (pembiayaan surat perintah kerja).

Biasanya customer yang dibidik ialah beberapa pihak yang belum dapat mendapatkan pinjaman dari bank karena beberapa alasan, seperti tidak ada jaminan atau permasalahan rekening koran yang tidak lengkap serta legalitas/lama usaha.

  • Berapa bunga pinjaman produktif online?

Tidak sama dengan pinjaman multiguna, bunga pinjaman produktif online biasanya sekitar di antara 14%-24% per tahun, dengan periode pinjaman maksimal 2 tahun. Terakhir justru telah ada fintech pinjaman produktif yang memberi bunga di rata-rata 10% per tahun.

Apakah bunga ini tinggi? Tentu saja, bila dibanding dengan perbankan biasanya. Tetapi bunga ini masih sama atau serta lebih murah dibanding bunga di BPR serta koperasi, tetapi dengan proses yang jauh lebih cepat.

  • Apakah bunga pinjaman produktif online dapat lebih murah dari instansi keuangan lain?

Bisa, serta saat ini jadi pekerjaan rumah buat semua platform pinjaman produktif online di Indonesia. Di satu bila ingin menurunkan bunga maka bagian manajemen risiko jadi hal penting untuk dibenahi. Di lain sisi, biaya dana (cost of fund) harus juga datang dari sumber yang “murah”.

Sekarang ini bunga pinjaman lewat fintech lending produktif masih lebih tinggi dari bank karena sumber dananya datang dari warga Indonesia, yang tentunya menginginkan bunga lebih tinggi dari instrumen keuangan lain (seperti deposito) ditambah kompensasi atas risiko kredit yang lebih tinggi.

Tetapi demikian sumber dana nya menjadi lebih murah, maka sendirinya bunga fintech lending produktif juga menjadi lebih murah. Mengapa demikian? Karena bunga pinjaman produktif online ini 100% jadi punya sang sumber dana, tanpa penambahan margin.

Perbandingan gampangnya gini. Berdasarkan catatan Bank Indonesia, NIM atau net interest margin (makna gampangnya: beda di antara bunga yang diibayarkan ke penabung serta bunga yang ditanggung ke peminjam) perbankan Indonesia selama 2018 berada di rata-rata 5%.

Jika di fintech lending? NIM ini dapat dipersamakan dengan provisi, yang kisarannya paling mentok hanya 3% (untuk pinjaman jangka pendek dapat di bawah 3%). Dengan anggapan biaya dana yang serupa, asumsinya fintech lending dapat memberi bunga yang lebih bersaing.

Misalnya dapat disaksikan di platform Modalku, di mana mereka mulai mengalirkan kredit produktif dengan bunga di bawah 10% per tahun. Sumber dana nya dari mana?

Diantaranya langsung dari pemilik dana luar negeri yang bisa saja oleh aturan untuk menyalurkan dana berupa pinjaman dengan cara langsung lewat platform jenis pinjaman online.

Beberapa instansi milik pemerintah mulai melirik fintech lending untuk pilihan pendistribusian dana milik mereka, tentu saja dengan bunga murah.

Kita akan lihat lebih banyak kerjasama pemerintah – fintech lending produktif ini pada tahun 2019, salah satunya di bagian pembiayaan UMKM pada umumnya, bagian perikanan atau pembiayaan perumahan.

  • Berapa plafon pinjaman produktif online?

Sekarang ini masih dibatasi sejumlah Rp 2 Milyar per debitur dengan periode pinjaman maksimal dua tahun.

  • Apakah kita dapat mengembangkan dana lewat platform pinjaman produktif online?

Dapat sekali serta memang semacam itu usaha model platform pinjaman produktif online. Umumnya platform ini justru tidak menyebutkan diri sebagai peer-to-peer lending, tetapi marketplace lending.

Mengapa? Karena pada intinya platform jenis pinjaman online cuman memilih serta lakukan analisis kelayakan credit dan disiarkan di situs untuk didanai oleh warga luas, di atau luar negeri. Sama dengan online marketplace kan? Tetapi marketplace untuk jualan pinjaman, hehehe…

Sekarang ini kita bisa turut berperan serta dalam proses pinjaman produktif online ini dengan bermodal Rp 100.000 – Rp 500.000 saja. Tinggal baca ulasan serta pilih jenis pinjaman yang sesuai pandangan serta ciri-ciri resiko kita.

Dengan periode yang relatif pendek 1-24 bulan, instrumen fintech lending produktif ini menjadi alternatif tambahan dalam membuat portfolio pengembangan asset kita.

  • Bagaimana dengan risiko serta penagihan?

Meskipun banyak yang tidak minta agunan berupa asset masih, tetapi banyak fintech lending produktif yang minta beberapa hal misalnya: fidusia atas tagihan, corporate guarantee atau pribadi guarantee dari pemilik saham.

Selain itu mitigasi yang lain dilaksanakan lewat asuransi credit (dilaksanakan oleh pinjaman multiguna online) atau agunan berupa asset masih.

Efek di fintech lending ini masih lebih tinggi dari produk perbankan yang ditanggung Instansi Penjaminan Simpanan (LPS), tetapi minimum ada banyak jaring pengaman yang telah disiapkan.

Tetapi pada awal 2019 ini tersebar berita jika LPS juga telah dalam step pendekatan untuk memperlebar lingkup kerjanya dengan sediakan penjaminan buat fintech lending di Indonesia.

Untuk penagihan, karena platform pinjaman produktif online mengarah golongan usaha, maka cara penagihannya tidak sama dengan penagihan pada pinjaman multiguna.

Umumnya pinjaman masih mewajibkan bertemu muka, lawatan ke tempat usaha dan lain-lain, hingga komunikasi dapat dilaksanakan dengan cara lebih intens bila berlangsung permasalahan.

3. Pinjaman Syariah

Jenis pinjaman online di Indonesia yang terakhir ada Pinjaman Syariah. Pinjaman syarah pada intinya adalah jenis pinjaman produktif serta multiguna , tetapi berdasar ide syariah. Dengan cara pemahaman sama, cuman business mode berkaitan akad yang lain.

Sekarang ini telah ada banyak fintech lending syariah yang tercatat di OJK, seperti Ammana serta Danasyariah yang bergerak di bidang produktif.

Kehadiran platform jenis pinjaman online berbasiskan syariah ini makin meningkatkan pilihan buat warga umum untuk memperoleh pinjaman atau mengalirkan dana.

Kesimpulan

Demikian sekilas deskripsi tentang jenis fintech lending di Indonesia yang mulai berubah cepat sekian tahun terakhir. Per Februari 2019, tertera ada 99 platform jenis pinjaman online yang resmi tercatat di OJK.

Sekarang ini semua platform jenis pinjaman online ada di bawah naungan perkumpulan Aftech, sebagai payung buat semua fintech di Indonesia, mencakup fintech lending, fintech pembayaran, insurtech, dan lain-lain.

Khusus untuk fintech lending, saat ini ada AFPI (sudah disadari dengan cara resmi oleh OJK) dan AFSI untuk fintech lending syariah.

Akhir kata, buat yang ingin mulai berteman dengan pinjaman online, awalilah dengan cari info sebanyaknya mengenai platform penyelenggaran di Indonesia, janganlah sampai terjerat dengan pinjaman online ilegal.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *