InvestasiSaham

6 Cara Memulai Investasi Saham Bagi Pemula

Cara Memulai Investasi Saham | Investasi selalu terkait dengan adanya resiko, tanpa memperdulikan bentuk investasi tersebut. Berinvestasi di Pasar Modal memiliki resiko tertentu; dan resiko ini lebih besar dibandingkan berinvestasi di aset yang memiliki resiko rendah (low risk) atau yang mendekati nol (risk-free), seperti tabungan deposito berjangka dan SBI/SBPU. Mengingat resiko yang harus ditanggung oleh seorang investor yang akan menanamkan dananya di Pasar Modal, tips bermain saham berikut mungkin dapat membantu sebelum Anda memulai kegiatan investasi di Pasar Modal.

Jangan membeli suatu produk investasi yang tidak dimengerti betul. Untuk itu sebelum melakukan investasi, berbagai sumber informasi hendaknya dipelajari terlebih dahulu seperti buku referensi, majalah/buletin bisnis dan keuangan, hasil riset dari lembaga keuangan atau konsultasi dengan seorang Penasihat Investasi.

Cara Memulai Investasi Saham Untuk Pemula

Berikut beberapa tips bermain / cara memulai investasi saham termudah bagi pemula.

1. Tentukan Perusahaan Sekuritas

Jika Anda sudah memilih produk misalnya saham, dan kemudian harus menentukan perusahaan mana yang akan menjadi sasaran investasi Anda, maka anda harus melakukan analisis fundamental saham di mana penyelidikan dilakukan pada segi fundamental perusahaan dan kinerjanya di Bursa Efek (jika saham tersebut telah diperdagangkan di Bursa Efek) misalnya melalui prospektus perusahaan, company profile, laporan keuangan, berita-berita pasar modal dan sebagainya.

2. Cek Kinerja Perusahaan Sekuritas

Perusahaan sasaran investasi saham Anda mungkin melakukan penggabungan usaha, re-organisasi, sasaran penawaran tender, atau melakukan tindakan-tindakan lain yang dapat mengurangi nilai kepemilikan Anda. Untuk itu Anda harus memiliki perhatian penuh pada berita-berita ataupun pengumuman mengenai kemungkinan tersebut.

3. Analisa Trend Market

Kondisi Bursa Efek pada umumnya dan setiap saham pada khususnya memiliki kecenderungan (trend) harga dan volume penjualan yang menggambarkan saat terbaik untuk melakukan jual / beli. Analisa yang dikenal sebagai “analisa teknikal” ini perlu dipelajari oleh investor karena akan sangat berpengaruh pada keputusan investor untuk melakukan transaksi jual / beli. Untuk ini, Anda dapat memperoleh data dari lembaga riset atau dari divisi riset Perusahaan Efek Anda.

4. Update Berita Bursa Saham

Pada skala makro, kinerja investasi di Bursa Efek sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian, stabilitas politik, dan kinerja Bursa Efek lain. Selain itu, keadaan di Bursa pun sangat sensitive dengan berbagai hal subyektif (rumours). Anda harus mengikuti berita-berita semacam ini yang tentunya dapat mempengaruhi nilai investasi Anda.

5. Pilih Perusahaan Sekuritas Yang Kredibel

Investasi pada perusahaan yang tidak memiliki informasi yang dipublikasikan sebelumnya mengandung resiko yang lebih besar.

6. Perhatikan Prinsip Investasi

Cara memulai investasi saham yagn terakhir adalah pada saat pertama Anda membeli saham, Anda mungkin hanya membeli saham dari satu perusahaan saja. Namun dengan berjalannya waktu Anda mungkin ingin menambah investasi Anda. Jika sudah sampai pada tahapan ini Anda perlu memperhatikan satu prinsip investasi yang sudah begitu populer dan dapat mengurangi resiko investasi Anda apabila diterapkan, yaitu “don’t put all your eggs in one basket”.

Itulah dia 6 cara memulai investasi saham bagi pemula, cara ini bisa Anda aplikasikan pada investasi saham online, saham syariah dan sebagainya.

Admin Dimensiku

Pengalaman perbankan, asuransi, pasar modal, investasi dan rencana keuangan saya bagikan melalui Blog Dimensiku karena prihatin melihat banyak orang melakukan kesalahan dalam mengelola keuangan keluarga. Semoga Anda tercerahkan dan bisa membangun keuangan keluarga yang sehat. Semoga bermanfaat !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button