Tips Gadai Emas di Pegadaian Syariah

  • 3 min read
  • Sep 07, 2020
Gadai emas di pegadaian Syariah

Tips Gadai Emas di Pegadaian Syariah | Metode gadai emas di pegadaian syariah merupakan sistem pengembangan investasi yang terus berevolusi. Saat ini, banyak masyarakat Indonesia yang membeli logam mulia untuk kemudian disimpan hingga harga jualnya meningkat. Pada saat membutuhkan uang dadakan masyarakat juga terkadang menggadaikan logam mulia yang dimilikinya. Kini logam mulia yang digadaikan dapat “dikembangbiakan” agar menghasilkan logam-logam mulia baru dengan dua pertiga modal ditanggung oleh lembaga keuangan penyedia jasa gadai, seperti bank syariah.

Anda harus memilih lembaga gadai emas syariah yang menetapkan biaya gadai dan penitipan yang paling ringan, disamping itu perlu juga diperhatikan lembaga gadai yang memberikan dana gadai tertinggi agar dana tersebut dapat digunakan kembali untuk membeli logam mulia yang lebih besar dan tambahan dana yang dibutuhkan tidak terlalu memberatkan.

Selain itu, juga perlu ditanyakan tentang skema pengamanannya. Ada beberapa lembaga gadai emas syariah memberlakukan biaya asuransi yang dibebankan langsung kepada konsumen, tetapi sebagian besar lainnya tidak tidak membebankan biaya asuransi khusus karena sudah termasuk dalam biaya administrasi.

Metode gadai emas di pegadaian syariah ini memang membutuhkan modal untuk membeli logam mulia pertama dan menyiapkan uang tunai untuk menutup selisih kekurangan harga pembelian logam mulia kedua hingga kelima. Sebagai ilustrasi, Anda membeli logam mulia seberat 10 gram yang langsung digadaikan. Jika uang gadai yang diberikan bank syariah sebesar 85%, dana yang diperoleh setara dengan 8.5 gram.

Oleh sebab itu, ketika akan membeli logam mulia 10 gram kedua, perlu dana tambahan setara dengan logam mulia seberat 1.5 gram ditambah biaya penyimpanan logam mulia di bank syariah. Demikian seterusnya, hingga mencapai logam mulia yang dikehendaki. Setelah mencapai logam mulia terakhir, misalnya kelima, Anda sebaiknya menjual logam mulia tersebut.

Tentunya ketika harga logam mulia sudah meningkat minimal 30%. Mengapa 30% ? kenaikan 30% ini diperlukan agar hasil penjualan dapat menutup biaya biaya gadai empat keeping logam mulia yang ada di bank syariah dan hasil penjulan logam mulia terakhir inilah yang dipergunakan untuk menebus empat keping logam mulia di bank syariah, saat inilah biasa disebut masa panen emas.

Kenaikan harga emas yang konsisten disebabkan oleh dua hal, pertama, konsumsi penduduk Indonesia terhadap logam mulia ada di peringkat 14 dunia (China ada diperingkat ke satu dan India ada di peringkat ke dua). Kedua, Indonesia adalah penghasil emas ketujuh terbesar didunia, jika permintaan emas terus bertambah, maka harga emas akan terus meningkat.

Tabel Simulasi Gadai Emas di Pegadaian Syariah

Berikut ini adalah salah satu contoh dari lembaga gadai emas syariah, mengenai biaya, ilustrasi dan fasilitas yang ditawarkan.

1. Biaya administrasi

  • Biaya administrasi berjenjang sesuai berat perhiasan (emas)
  • Biaya administrasi dibayar dimuka

Tabel biaya administrasi sebagai berikut :

2. Biaya Sewa Tempat

  • Dibayar pada saat pelunasan pinjaman
  • Dihitung berdasarkan berat dan karat emas yang digadaikan untuk masa simpan/gadai per 10 harian

Tabel biaya sewa tempat sebagai berikut :

Ilustrasi Biaya Gadai Emas di Pegadaian Syariah

Perhiasan emas yang digadai dan telah ditaksir seberat 5 gram (24 karat), Standar Taksiran Logam Mulia (STLE) untuk perhiasan emas 24 karat =

  • Nilai taksiran : 5 gram x Rp. 425.000 = Rp. 2.125.000
  • Nilai maksimum pinjaman : 90% x Rp. 2.125.000 = Rp. 1.912.500
  • Biaya administrasi : kurang dari 100 gram = Rp. 12.500
  • Biaya sewa tempat (lihat table) : 5 gram x Rp. 1.670 = Rp. 8.350 per 10 hari

Fasilitas Gadai Emas di Pegadaian Syariah

  • Jangka waktu pinjaman maksimal 120 hari dan dapat diperpanjang
  • Fleksibilitas dalam pelunasan sesuai dengan kemampuan
  • Dapat dilunasi sebelum jatuh tempo tanpa biaya penalti
  • Penyimpanan yang aman dan berasuransi syariah
  • Mendapatkan sertifikat gadai syariah

Anda harus siap berinvestasi jangka panjang misalnya investasi saham ataupun investasi emas, paling tidak selama dua tahun sampai tiga tahun. Dan tentunya Anda harus memilih tempat gadai yang mengenakan biaya gadai paling murah. Maklum setiap bank syariah atau pegadaian memiliki ketentuan dan biaya yang berbeda atas layanan gedai emas ini. metode gadai emas di pegadaian syariah ini bukannya tanpa risiko,

Anda hanya bisa memperoleh keuntungan jika harga emas naik selama Anda menggadaikan emas tersebut. Kalau terpaksa menjual koleksi emas di lemari gadai bank syariah atau pegadaian ketika harganya turun, anda akan kehilangan potensi keuntungan, padahal telah mengeluarkan biaya gadai.

Apabila Anda tertarik mengikuti metode gadai emas di pegadaian syariah, Anda harus benar-benar mempertimbangkan penghasilan dan rasio likuiditas keuangan rumah tangga terlebih dahulu. Sebab, Anda tidak bisa asal main tebus emas di bank ketika sedang butuh dana tunai.

Jika Anda baru ber investasi emas sebaiknya mulai dengan membeli, kemudian menyimpan emas tersebut sebagai pengganti tabungan di bank.

Pada saat butuh uang mendesak, jangan jual emasnya, gadaikan saja emas anda di pegadaian syariah. Lihat timing (penetapan waktunya). Jika memang harga sedang turun, ada baiknya digadai untuk menutup kebutuhan mendesak sehingga tidak berat ketika ingin menebus kembali.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *