Apa Itu Otoriter?

Otoriter adalah sistem pemerintahan yang berkuasa atas rakyatnya tanpa mengindahkan hak asasi manusia mereka. Istilah ini berasal dari kata Yunani “otoritas”, yang dapat diartikan sebagai kuasa atau otoritas yang dipegang oleh pemerintah yang berkuasa. Sistem otoriter menyerahkan sepenuhnya kekuasaan kepada pemerintah yang berkuasa, yang biasanya dijalankan oleh seorang diktator atau sekelompok elit. Otoriter telah berkembang menjadi bentuk pemerintahan yang sering dikritik karena menekan hak asasi manusia dan mereduksi kebebasan rakyatnya.

Sejarah Otoriter

Otoriter telah ada sejak zaman Yunani kuno. Pada saat itu, sebagian besar wilayah di bawah kekuasaan pemerintah yang berkuasa diatur oleh sistem otoriter. Pada awal abad ke-20, sebagian besar negara di dunia telah menggantikan sistem otoriter dengan sistem demokrasi. Namun, masih ada banyak negara yang masih menjalankan sistem otoriter, khususnya di Afrika, Asia, dan Timur Tengah.

Bentuk Otoriter

Otoriter dapat berbentuk diktator maupun monarki. Diktator adalah seorang pemimpin yang mengatur negara secara kaku dan melakukan pendekatan yang tidak ramah terhadap rakyatnya. Monarki adalah bentuk pemerintahan yang berbasis pada hak istimewa yang diberikan kepada keluarga kerajaan. Dalam kedua bentuk ini, pemerintah memiliki kekuasaan penuh untuk mengatur dan membuat keputusan tanpa meminta persetujuan rakyatnya.

Manfaat Otoriter

Negara yang menjalankan sistem otoriter dapat memiliki keuntungan. Kebijakan pemerintah otoriter dapat berjalan dengan efisien karena tidak ada hambatan politik dari rakyatnya. Selain itu, orang yang berkuasa dapat mencegah terjadinya konflik politik di negara tersebut. Pemerintah juga dapat mengatur perekonomian dengan lebih mudah, karena tidak ada hambatan bagi mereka untuk mengatur jalannya ekonomi.

Kerugian Otoriter

Sistem otoriter juga memiliki kerugian besar. Pendekatan pemerintah yang kaku dapat menekan hak asasi manusia rakyatnya. Orang yang berkuasa biasanya melanggar hak-hak rakyat, seperti hak untuk berbicara, hak untuk berorganisasi, dan hak untuk memilih pemimpin mereka sendiri. Selain itu, sistem otoriter juga dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi negara, karena ketidakadilan yang terjadi di bawah sistem ini.

Perbedaan Otoriter dan Totaliter

Otoriter dan totaliter adalah dua bentuk pemerintahan yang sering salah dipahami. Totaliter adalah bentuk pemerintahan yang lebih ekstrem daripada otoriter. Di bawah totaliter, pemerintah memiliki kekuasaan penuh atas rakyatnya, sedangkan otoriter, pemerintah memiliki kekuasaan yang sangat besar namun masih menghormati hak asasi manusia.

Contoh Negara Otoriter

Beberapa contoh negara yang menjalankan sistem otoriter adalah Arab Saudi, Turkmenistan, Myanmar, dan Belarus. Negara-negara ini telah terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia dan pelanggaran lainnya terhadap rakyatnya. Namun, beberapa di antaranya telah mengambil langkah untuk meningkatkan kualitas pemerintahannya, seperti Arab Saudi yang sedang berupaya untuk meningkatkan hak asasi manusia rakyatnya.

Kesimpulan

Otoriter adalah bentuk pemerintahan yang kuat dan berkuasa yang dijalankan oleh seorang diktator atau elit. Sistem ini dapat memberikan beberapa manfaat, seperti mencegah konflik dan mengatur perekonomian lebih mudah. Namun, pendekatan pemerintah yang kaku juga dapat menekan hak asasi manusia dan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Beberapa negara di dunia masih menjalankan sistem ini, walaupun banyak negara telah menggantinya dengan sistem demokrasi.