kapan peristiwa kmb terjadi

kapan peristiwa kmb terjadi

1.kapan peristiwa kmb terjadi? 2.siapakah tokoh-tokoh yang terlibat dalam kmb? 3.bagaimana proses pengakuan kedaulatan Indonesia terjadi? 4.Dimanakah peristiwa kmb diadakan? 5. apa makna kmb bagi bangsa Indonesia? 6.sebutkan hasil dari kmb?​

jawaban

Jawaban dari pertanyaan diatas adalah:

1. 23 Agustus 1949.

2. Van maarseven, Sultan Hamid II, Drs. Moh. Hatta, Ratu Yuliana, Lovink, Sultan Hamengkubuwono IX.

3. Proses terjadinya pengakuan kedaulatan yang dilakukan Belanda yaitu melalui konferensi Meja Bundar yang diadakan di Den Haag pada tahun 1949. Ketika bangsa Indonesia menguandangkan kemerdekaanya pada 17 Agustus 1945, pemerintah Belanda mengacuhkan proklamasi ini dan mengirim pasukan ke wilayah Indonesia untuk memilihkan kekuasaan dari pihak kolonial Belanda.

4. Dilaksanakan di kota Den Haag, Belanda

5. KMB sebagai salah satu jalan untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan bagi bangsa Indonesia.

6. Hasil KMB:

  • Belanda akhirnya mau mengakui bahwa Republik Indonesia Serikat (RIS), sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.
  • Pembentukan Uni Belanda – RIS secara simbolis yang dipimpin oleh Ratu Belanda.
  • Ir. Soekarno dan Moh. Hatta akan menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden RIS yaitu untuk periode 1949-1950 dan Moh. Hatta sebagai perdana menteri.
  • Kapal-kapal perang dari Belanda akan ditarik kembali, dan beberapa korvet akan diserahkan ke RIS.
  • Tentara KNIL akhirnya dibubarkan, dan tentara Belanda ditarik mundur dengan catatan para anggota yang diperlukan akan dimasukkan dalam kesatuan TNI.
  • Masalah Irian Barat yang tidak dimasukkan ke dalam RIS, karena masih dikuasai oleh pihak Belanda hingga sampai dilakukannya perundingan lebih lanjut.
  • Pemerintah Indonesia harus menanggung utang pihak Hindia Belanda sebanyak 4,3 miliar gulden.

Pembahasan

Konferensi Meja Bundar (KMB) dilaksanakan di Gedung Parlemen di Den Haag, Belanda yaitu pada tanggal 23 Agustus 1949 – 2 November 1949.

Konferensi Meja Bundar bertujuan untuk menyelesaikan sengketa antara Indonesia-Belanda dan sekaligus untuk memperoleh pengakuan kedaulatan Indonesia yang merdeka dan berdaulat.

Kemudian pada tanggal 4 Agustus 1949, pemerintah RI menyusun dan membentuk suatu delegasi atau perwakilan untuk menghadiri KMB. Perwakilan dari Indonesia pada KMB diketuai oleh Moh. Hatta, dengan beranggotakan Mr. Moh. Roem, Prof. Dr. Soepomo, dr. J. Leimina, Mr. Ali. S, Mr. Suyono Hadinoto, Dr. Sumitro Djojohadikusumo, Mr. Abdul Karim, Kolonel T.B. Simatupang, dan Dr. Muwardi.

KMB atau Konferensi Meja Bundar dihadiri oleh Perwakilan Republik Indonesia, Belanda, dan BFO – Bijeenkomst voor Federaal Overleg yang mewakili beberapa negara yang diciptakan oleh bangsa Belanda di Indonesia.